Sabtu, 22 Januari 2011

PENDIDIKAN SENI ANAK PAUD

PENDIDIKAN SENI ANAK PAUD
oleh : igustiarya@gmail,com

Seni untuk anak-anak berbeda dengan seni untuk orang dewasa karena karakter fisik maupun mentalnya berbeda. Hal ini penting diperhatikan khususnya dalam melakukan penilaian karya anak didik, supaya hasil kreasi anak tidak diukur menurut selera dan kriteria keindahan orang dewasa. Fungsi seni dalam pendidikan berbeda dengan fungsi seni dalam kerja profesional. Seni untuk pendidikan difungsikan sebagai media untuk memenuhi fungsi perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Sedang seni dalam kerja profesional difungsikan untuk meningkatkan kemampuan bidang keahliannya secara professional.
Dalam pelaksanaan pembelajaran seni di sekolah, pengalaman belajar mencipta seni disebut sebagai pembelajaran berkarya. Sedang pengalaman persepsi, melihat, dan menghayati serta memahami seni disebut pembelajaran apresiasi. Pembelajaran berkarya seni mengandung dua aspek kompetensi, yaitu: keterampilan dan kreativitas.
Di Taman Kanak-kanak kompetensi keterampilan lebih difokuskan pada pengalaman eksplorasi untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik, bukan menjadikan anak mahir atau ahli. Sedangkan kreativitas di sini meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terlihat dari produk atau hasil karya dan proses dalam bersibuk diri secara kreatif (Semiawan, Munandar, 1990: 10). Pembelajaran apresiasi disampaikan tidak hanya sebatas pengetahuan saja, namun melibatkan pengalaman mengamati, mengalami, menghayati, menikmati dan menghargai secara langsung aktivitas berolah seni.
Dalam pembelajaran seni musik dan seni tari anak usia dini secara umum pendekatan pembelajarannya ada 3 diantaranya :
1. Model Pembelajaran Apresiasi.
2. Model Pembelajaran Kreatif.
3. Model Pembelajaran Klasik.



Pengertian pendidikan seni anak adalah usaha sadar manusia dengan menggunakan medium seni (musik, tari, dan rupa) untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran pendidikan seni untuk anak usia dini.


Tujuan Pendidikan Seni Musik dan Tari Anak Usia Dini :
- Melatih fisik motorik anak.
- Melatih perkembangan kognitif, afektif.
- Melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi dan bahasa.
- Melatih minat, bakat, dan kreativitas anak.
- Menanamkan nilai-nilai pendidikan atau nilai-nilai kemanusian (kepekaan estetis).
- Melestarikan Budaya Indonesia.
Kemampuan dasar fisik AUD dapat dikenali dari kemampuannya melakukan gerakan keseimbangan, lokomotor, kecepatan, perubahan, ekspresi, teknik, mengendalikan tubuh, gerak yang energik dan koordinasi anggota tubuh. Kemampuan dasar estetik AUD terlihat dari kemampuannya mengungkapkan keindahan tari baik dalam kegiatan penciptaan tari maupun dalam kegiatan menari. Kemampuan dasar kreatif AUD dapat dikenali dari kemampuannya membuat gerak-gerak yang unik, berbeda dengan teman-temannya, bahkan kemampuannya membuat gerak baru, serta kecepatannya menyesuaikan diri dengan teman-temannya, apabila melakukan kesalahan pada waktu menari.
Ciri-ciri khusus pendidikan seni untuk AUD adalah musik dan tari yang sesuai dengan kemampuan dasar anak usia AUD dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif. Bermain merupakan pendekatan yang paling cocok untuk pembelajaran musik dan tari di AUD. Ciri-ciri bentuk musik dan tari AUD adalah: musik dan tarinya bertema, musik dan gerak tariannya bersifat tiruan (gerak imitatif), musik dan gerak tarinya lebih variatif, bentuk penyajian musik dan tarinya kurang lebih 5 menit.
Daftar Pustaka
Endang Caturwati, et. al. (2008). Tari Anak-Anak dan Permasalahannya. Bandung : Sunan Ambu STSI Press.
Dinas Kebudayaan, ( 1988 ), Pedoman Pendidikan Kesenian, Jakarta.
La Mery. (1965). Dance Composition: The Bacis Ellement. Lee Massachutuseets: Jakob’s Pillow Dance Festival.
Petro Alexy dan Dewi Hafianti. (2001). Ayo Menari. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Smith. M. Jacqueline. (1994). The Art of Dance In Education. London: A&C Black.
Sri Hermawati Dwi Arini, dkk. Seni Budaya Jilid 1. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Soedarsono, (2002). Seni Pertunjukan Indonesia Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Yulianti Parani, dkk. (1990). Tari Pendidikan. Jakarta: Departemen Tari, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta.
Widia Pekerti, dkk. (2005). Metode Pengembangan Seni TK. Jakarta : Universitas Terbuka.

50 komentar:

  1. salam...saya siti alpiah pak, saya ingin bertanya, karena aat ini pun saya sedang mencoba memlatih anak didik di paud saya untuk persiapan kegiatan akhir tahun. yang ingin saya tanyakan, apakah dalam satu tarian anak itu gerakannya dibatasi atau harus sevariatif mungkin tanpa ada batasan gerak? jika memang dibatasi, berapa batas maksimal gerakan yang dapat diberikan? terimakasih
    (Siti Alpiah Hasanah 1003404)

    BalasHapus
  2. Ass. bapak saya asri fawati. pak saya mau bertanya bagai mana cara menumbuhkan ketertarikan, minat pada tarian yang menjadi ciri khas indonesia pada anak usia dini? karena pada kenyataannya saya sering kali menemukan anak usia dini terutama yang laki-laki lebih besar rasa malu untuk mencoba, dan malah lebih tertarik pada tarian ala barat karena di TV memang sedang hits tarian seperti itu.
    terima kasih
    (Asri Fawati 1003295)

    BalasHapus
  3. saya andriani hulu mau bertanya pa. pada artikel diatas terdapat pernyataan "musik dan tarinya bertema, musik dan gerak tariannya bersifat tiruan (gerak imitatif), musik dan gerak tarinya lebih variatif, bentuk penyajian musik dan tarinya kurang lebih 5 menit." yang saya mau tanyakan disini yaitu di beberapa PAUD saya sering melihat bahwa anak AUD diajarkan tarian-tarian dari daerah. sedangkan kita tahu bahwa tarian-tarian daerah terkadang durasinya lebih dari 5 menit. apakah hal ini menyalahi aturan seni tari bagi AUD? atau tarian-tarian daerah boleh saja diberikan dengan syarat gerakannya sederhana? dan bagaimana mengenalkan tema tarian daerah kepada AUD? karena seperti yang kita ketahui bahwa tarian yang digunakan harus menggunakan tema. terimakasih Pa.

    ( Andriani Hulu 1003587)

    BalasHapus
  4. Bapak saya Kania Puspitasari, Pak pada artikel Bapak disebutkan bahwa salah satu tujuan dari pendidikan seni musik dan tari anak usia dini adalah melestarikan budaya Indonesia, yang ingin saya tanyakan "di Indonesia seni musik dan tari itu sangat beranekaragam apakah tidak terlalu sulit diberikan kepada anak, mengingat seni musik dan tari untuk anak diberikan secara sederhana berbeda dengan seni untuk orang dewasa? dan apakah tidak terlalu memakan waktu karena pada artikel diatas disebutkan bahwa bentuk penyajian musik dan tari kurang lebih 5 menit ?" Terima kasih Bapak
    (kania Puspitasari 1003505)

    BalasHapus
  5. bapak saya Via Ariane, saya ingin bertanya pak, bisakah mengindentifikasi sejak dini anak tersebut berbakat atau tidak dalam seni? Dan bagaimana caranya agar kita sebagai pendidik bisa mengindentifikasinya? Terima kasih.
    (via ariane 1003438)

    BalasHapus
  6. saya jeane siti dwijantie. setelah membaca artikel bapa diatas. saya mau bertanya mengenai pernyataan "Di Taman Kanak-kanak kompetensi keterampilan lebih difokuskan pada pengalaman eksplorasi..." yang saya mau tanyakan disini yaitu apakah maksud dari pernyataan tersebut? dan tarian seperti apa yang sesuai dengan pernyataan tersebut? terimakasih.

    (jeane siti dwijantie 1003576)

    BalasHapus
  7. saya Dini Sulistya Utami 1003504. bapak artikelnya sangat bagus dan memberikan pengetahuan baru bagi saya. yang ingin saya tanyakan. jika kita dalam kegiatan mengajarkan tari yang sederhana bagi anak, tentu tidak akan semua anak bergerak mengikuti tarian itu, nah bagaimana caranya agar semua anak yang kita ajarkan bisa mengikuti walaupun hanya gerak-gerak saja..? terima kasih pak..

    BalasHapus
  8. Bapak,. saya Agustirtaningsih Nurul Latifah 1009122. Setelah membaca artikel bapak, saya mau bertanya mengenai model pendekatan pembelajaran tari untuk anak usia dini, kan diartikel bapak ada tiga model pembelajarannya, yaitu model apresiasi, kreatif, dan klasik. Ketiga model itu bagaimana atau seperti apa ya Pak? Apakah model pembeajaran yang kreatif itu bahwa anak yang menciptakan gerakan tarinya sendiri lalu guru yang menyusunnya atau bagaimana Pak?
    Terimaksih Pak,. ^_^

    BalasHapus
  9. Salah satu tujuan dari pendidikan seni tari anak usia dini yakni agar anak dapat berkembang motoriknya, lalu pada kenyataannya ada saja anak yang belum bisa mengikuti gerakan tarian. Apakah ini karena tarian yang sulit di tiru oleh anak atau bagaimana? dan bagaimana memilih atau menciptakan tarian yang sesuai untuk anak-anak. Apakah ada teknik-teknik dasar tertentu??

    (LUTFATULATIFAH, 1003312)

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  11. Selamat sore pa, saya Alfina. Artikel ini sangat bagus terutama untuk pendidik anak usia dini. Dengan membaca artikel ini saya dapat mengetahui bagaimana cara mengajar seni baik musik, tari dan rupa pada anak usia dini. Kita tidak dapat menyamakan cara mengajar seni pada anak usia dini dan anak yang usianya lebih dewasa dari anak usia dini. Dengan membaca artikel ini saya mendapat gambaran mengenai cara mengajar pendidikan seni yang baik untuk anak usia dini.
    Dalam artikel ini disebutkan “Ciri-ciri bentuk musik dan tari AUD adalah: musik dan tarinya bertema, musik dan gerak tariannya bersifat tiruan (gerak imitatif), musik dan gerak tarinya lebih variatif, bentuk penyajian musik dan tarinya kurang lebih 5 menit.”
    Saya ingin bertanya mengenai “musik dan gerak tarinya lebih variatif”. Apakah yang dimaksud dengan musik dan gerak tarinya lebih variatif? Apakah memiliki berbagai macam gerakan? Jika ya, apakah hal tersebut baik untuk anak usia dini? (melihat anak usia dini tidak selalu mengikuti gerakan yang berirama sepanjang lagu).

    Terima kasih
    (Alfina Imanissa S. 1003406)

    BalasHapus
  12. Assalammualaikum bapak, saya dilla destiani menurut saya artikel pada blog ini sangat lah menarik dan mudah di pahami tetapi saya mempunyai permasalahan pada anak didik di suatu sekolah dimana ada satu anak yang memiliki bakat dalam bidang seni tari dimana anak tersebut sangat luwes dan lincah bahkan anak tersebut dapat menguasai seluruh tarian yang guru ajarkan tetapi ketika anak tersebut akan tampil di depan umum (banyak orang) anak itu sama sekali tidak mau melakukan tarian yang sudah di kuasainya di karnakan sifat pemalu yang sudah menjadi karakter anak tersebut. Yang saya akan tanyakan adakah teori khusus untuk menyelesaikan permaslahan tersebut?

    Terima kasih
    (dilla destiani 1003330)

    BalasHapus
  13. saya riafarida pgpaud'10 ingin menanyakan tentang bagaimanacara kita sebagai calon guru untuk memberikan daya tarik terhadap anak,dalam mempelajari tarian tradisional,mengingat saat ini tarian tradisional mulai tersisishkan karena didominasi oleh maraknya tarian modernpadahal tarian tradisionallebih baik dalam hal menanamkan nilai2 kemanusiaan (kepekaan estetis),seperti menghargai kebudayaan negeri sendiri,terima kasih
    (ria farida 1003407)

    BalasHapus
  14. Asalamualaikum, bapak saya dengan Rd. Mutiara Nadhirah. Setelah saya membaca artikel bapak, saya ingin menanyakan yang tertera di dalam artikel di tuliskan ada 3 model pembelajaran, salah satunya yaitu model pembelajaran klasik. Yang di maksudkan dengan model pembelajaran klasik itu seperti apa? Dan bagaimana gerakan dalam model pembelajaran klasik tersebut? Dan apakah dengan 3 model pembelajaran tersebut anak-anak akan lebih tertarik mengikuti gerakan serta tarian?

    Rd. Mutiara Nadhirah ( 1003408 )

    BalasHapus
  15. Selamat siang Pa..! Maaf, saya mau bertannya mengenai kesenian trasisional yang di modifikasi dengan tarian modern. apakah itu naik untuk anak-anak? Mohon penjelasannya pa. Terima kasih.

    BalasHapus
  16. assalamualaikum wr. wb. bapa saya Yuni Aryanti (1003485) telah membaca artikel yang bapa tulis diatas. artikelnya sangat menarik dan mudah di fahami, tetapi masih ada yang saya ingin tanyakan. pada anak usia dini sangat sulit untuk berkonsentrasi pada apa yang kita berikan, apalagi dalam hal menari. bagaimana metode yang di gunakan untuk anak usia dini dalam mengajarkan sebuah tarian?
    terima kasih

    Yuni Aryanti (1003485)

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  18. Bapak, saya Elin Herlina (1003414) setelah membaca artikel bapak tersebut ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada bapak. Dalam pembelajaran seni musik dan seni tari anak usia dini terdapat 3 pendekatan model pembelajaran. Apa kelebihan serta kekurangan dari masing-masing model pembelajaran tersebut? dan pendekatan model pembelajaran manakah yang paling cocok untuk AUD? Terima kasih.

    Elin Herlina (1003414)

    BalasHapus
  19. Saya Fransiska Tio (1003346), mau menanyakan bagaimana bentuk aplikasi model pembelajaran apresiasi seni tari di sekolah pada anak usia dini? dan apakah model ini efektif digunakan mengingat anak usia dini biasanya sangat sulit untuk berkonsentrasi dalam waktu yang lama?
    terimakasih

    BalasHapus
  20. Bapak saya Dini Shabrina Fahmi (1003332) saya ingin bertanya pak, dari artikel itu kan ada 3 pendekatan pembelajaran secara umum yang salah satunya adalah model pembelajaran apresiasi, maksud dari pembelajaran itu bagaimana pak? Terima kasih pak.

    Dini Shabrina Fahmi (1003332)

    BalasHapus
  21. selamat malam Pa, saya Tiara Fidiya (1005052) mau bertanya aspek apa saja yang membuat anak tertarik pada seni tari? dan metode atau model apa yang paling efektif dalam pembelajaran seni tari untuk anak usia dini?
    Terima kasih Pa

    BalasHapus
  22. Assalamualaikum, bapak saya mau tanya bagaimana cara mengajarkan tari daerah untuk anak usia dini? mengingat tarian daerah itu gerakannya sulit untuk anak usia dini. Dan bagaimana cara mengidentifikasi apakah anak tersebut berbakat atau tidak dibidang seni tari? terima kasih pak.

    Sifa Nurul Mentari (1003416)

    BalasHapus
  23. pa, saya rahma nurfadhilah, saya mau bertanya pa, apa saja fungsi seni tari dalam pendidikan? dan apa saja fungsi seni tari dalam berprofesional ?terima kasih

    rahma nufadhillah (1003335)

    BalasHapus
  24. selamat siang pak, saya wini nurhasmah 1003395, setelah membaca artikel bapak diatas tentunya menambah pengetahuan baru bagi saya dan bagi para pembaca lainnya mengenai pendidikan seni untuk anak usia dini salah satunya yaitu seni tari, yang ingin saya tanyakan apakah ada tips khusus untuk mengajarkan gerakan menari menjadi lebih mudah bagi anak, dan agar menari menjadi sesuatu yang menarik bagi anak?
    terimakasih

    BalasHapus
  25. assalamualaikum.wr.wb
    selamat siang pa, ini dengan Putri, Artikel yang bapa buat diatas sangat menarik dan mudah dipahami, yang saya ingin tanyakan berikan contoh dari Model Pembelajaran Apresiasi, Model Pembelajaran Kreatif,Model Pembelajaran Klasik? dan bagaimana cara menghilangkan rasa malu anak dalam tampil didepan, dan bagaimana sikap kita untuk bisa melestarikan kesenian yang ada di daerah kita, sedangkan yang ada sekarang anak usia dini lebih mengenal tarian moderen dari pada tradisional, selain tarian lagu-lagu pun banyak yang dikenal oleh anak usia dini adalah lagu yang tidak sesuai dengan usia yang seharusnya.
    terimakasih pa.

    putri novi amalia 1003354

    BalasHapus
  26. Saya Fitri Nurianti Wijaya (1003509). Setelah membaca artikel di atas, saya memiliki pertanyaan berkaitan dengan pendidikan seni tari untuk anak. seperti kita ketahui, gerakan tari untuk anak di Taman Kanak-kanak biasanya sederhana dan tidak terlalu rumit. Yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana pendapat bapak mengenai tarian yang menuntut anak untuk menggunakan kostum atau juga properti yang banyak sehingga meyulitkan anak untuk bergerak ? Apakah hal tersebut tidak akan mengganggu konsentrasi anak dalam melakukan gerakan tari?

    BalasHapus
  27. Di dunia yang semakin maju dan modern ini, Indonesia memang sangat banyak di pengaruhi oleh kebudayaan barat terutama seni baik itu dikalangan musik ataupun tari. Kita bisa melihat sendiri dijaman sekarang ini banyak sekali bermunculan grup penari modern yang penampilan maupun gayanya mirip sekali dengan ala kebarat-baratan. Bahkan dari usia anak yang sangat dini sangat mudah sekali dan senang meniru gaya mereka. Kita sebagai pendidik yang cinta negeri dan tanah air harus mengenalkan budaya kita sejak anak berusia dini. Selain mengenalkan hal ini bertujuan juga untuk melatih fisik motorik anak; melatih perkembangan sosial, emosional, dan bahasa; melatih minat, bakat dan kreativitas anak.
    (Istaningrum - 1003359)

    BalasHapus
  28. assalamualaikum, bapak saya Siti Nurfajria N (1003401), saya sudah membaca artikel bapak diatas, artikel yang bapak buat sangat menarik untuk dibaca, sangat mudah dipahami dan memberikan pengetahuan baru yang lebih banyak lagi bagi saya. namun saya ingin menanyakan bagaimana cara guru dalam pengajarannya agar anak tertarik pendidikan seni (tari) dengan tujuan melestarikan budaya indonesia?
    terima kasih Pak...

    siti nurfajria nirmala (1003401)

    BalasHapus
  29. salam. selamat malam pak. saya Dian L 1003553. setelah saya membaca artikel bapa sangat bagus sekali, membuka pikiran saya akan pentingnya mengajarkan tarian kepada anak usia dini. saya juga ingin menanyakan sedikit berkaitan dengan seni tari untuk anak usia dini. "bagaimana mengajarkan tari-tarian kepada anak usia dini yang mempunyai permasalahan seperti hiperaktif?". seperti yang kita ketahui, bahwa anak hiperaktif tidak bisa diam. mohon bimbingannya pak. terima kasih.
    salam.
    Dian Lestari 1003553

    BalasHapus
  30. Selamat malam pak, artikel bapak diatas bagus untuk dipelajari, terutama untuk calon guru anak usia dini. Saya ingin bertanya bagaimana cara mengadakan pembelajaran pendidikan seni di PAUD yang tidak terlalu memahami tentang perkembangan anak?? Sebab di daerah saya ada salah satu PAUD yang telah belajar calistung (Baca, Tulis, Hitung), sementara dunia anaknya sendiri (bermain) sangat dibatasi.
    Terima kasih

    Ilah Rohmailah (1003554)

    BalasHapus
  31. selamat malam pak.
    Saya setuju dengan pendapat Bapak bahwa seni untuk anak-anak berbeda dengan seni untuk orang dewasa. Hal tersebut dikarenakan selain karakter dan mentalnya yang berbeda, dari tujuannyapun sudah jelas sangat berbeda pula. Sebagian besar orang dewasa memandang bahwa seni itu merupakan bukan hanya suatu keindahan semata atau kesenangan saja melainkan bagian dari suatu pekerjaan sehingga harus ditekuti dengan sungguh-sungguh agar menjadi seseorang yang profesional. Sedangkan bagi seorang anak, seni merupakan suatu kesenangan dan disisi lain dengan adanya seni di dalam suatu pendidikan maka anak mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangannya dengan baik khususnya pada perkembangan motoriknya.
    Terimakasih.

    ariyani putri 1003311

    BalasHapus
  32. selamat malam pak. saya Rinda Hermayanti (1003323). setelah saya membaca artikel bapak diatas memang sangat bagus dan cocok untuk pendidikan anak usia dini dijaman sekarang yang masih mengenalkan adat budaya kita indonesia. dan didalam artikel bapak juga di jelaskan bahwa ciri-ciri bentuk musik tari anak usia dini diantaranya :musik dan tarinya bertema, musik dan gerak tariannya bersifat tiruan (gerak imitatif), musik dan gerak tarinya lebih variatif, bentuk penyajian musik dan tarinya kurang lebih 5 menit. yang saya ingin katakan disini bagaimana jika anak usia dini tersebut diajarkan tentang tarian yang memang tidak cocok untuk anak usia dini. misalnya tarian untuk orang dewasa dan nyanyian nya pun khusus untuk orang dewasa misalnya tentang cinta. nah disitu kan bukan termasuk kedalam tema yang seharusnya di ajarkan untuk anak usia dini. bagaimana terhadap perkembngan anak tersebut apakah berpengaruh? itu saja. trimaksih...

    BalasHapus
  33. assalamualaikum bapak saya Mukti Amaliani (1003521) saya telah mmbaca artikel bapa dan saya setuju bahwa pendidikan seni itu bukan untuk melatih jadi profesional tetapi menjadi penikmat seni namun untuk seni yang mengendalikan sosial emosional apakah bisa di ajarkan kepada anak ABK ?

    BalasHapus
  34. selamat malam pak, sebelumnya terimakasih atas artikelnya yang sangat menarik dan juga memberikan informasi serta pengetahuan baru bagi kami sebagai pembaca yang belum terlalu banyak mengetahui mengenai seni untuk anak usia dini. Ada beberapa hal ingin saya tanyakan menyangkut seni untuk anak usia dini, yang pertama menyangkut seni tari, tari tradisional di indonesia ini sangat beranekaragam lalu adakah tarian yang tidak memungkinkan untuk diberikan pada anak atau semua tarian dapat diberikan dengan melakukan beberapa gerakan yang dimodifikasi menjadi gerakan yang mudah ditiru anak? lalu bagaimana caranya agar pendidik dapat menumbuhkan rasa menghayati pada anak lewat tarian? dan yang terakhir biasanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat melatih anak menari? terimakasih pak.

    Anggita Indah P (1003514)

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  36. ass bapak , saya Dinda Annisa Silvia (1003472). setelah saya membaca artikel bapak diatas amat sangat bermanfaat bagi saya yang masih dalam pembelajaran di perkuliahan PAUD. adapun yang akan saya tanyakan kepada bapak.bagaimana cara mengajak anak didik kita untuk mengikuti irama musik dan gerak yang diajarkan oleh pendidik, sedangkan irama dengan gerakan memerlukan durasi kurang lebih 5 menit. apakah tidak sedikit waktu yg diperlukan untuk menghafal tarian pada AUD ? dan saya sering melihat anak usia dini tidak konsentrasi dalam hal pembelajaran karena setiap anak mempunyai karakter berbeda-beda .
    terima kasih

    (Dinda Annisa Silvia 1003472)

    BalasHapus
  37. salam pak,, ,,,
    langsung saja yang saya ingin tanyakan mengenai pendekatan pembelajaran model pembelajaran klasik, yang dimaksud tersebut, jika dikaitkan dalam pembelajaran seni tari, apakah sama artinya dengan mengenalkan dan mengajarkan kepada anak tarian-tarian klasik misalnya tarian daerah, atau bagaimana?
    terimakasih.

    Afrida Azzahrah(1003274)

    BalasHapus
  38. ASS BAPAK, SAYA Ani Yulianti R.(1003313) Setelah membaca artikel yang bapak buat, saya ingin menanyakan " bagaimana cara mengembangkan dan menerapkan pendidikan seni tari pada anak prasekolah serta bagaimana teknik yang dapat digunakan agar anak tertarik pada seni tari karena cenderung pada saat anak berlatih menari, anak sulit untuk dapat melakukan gerakan yang telah diajarkan oleh guru disebabkan karena kurangnya kematangan gerak dan emosi sehingga kurang percaya diri dan pemalu? serta contoh media/kegiatan pembelajaran seni apa yang cocok untuk pembelajaran yang dapat diterapkan untuk melatih seni pada anak TK? TERIMA KASIH BAPAK

    BalasHapus
  39. saya iis halimatusadiyah PGPAUD 2010
    dapat memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap artikel yang bapak tulis diatas bahwa setelah saya membaca artikel diatas saya dapat mengetahui ilmu tentang bagaimana kita selaku pendidik anak usia dini yang mengajarkan seni tari kepada anak didik kita ternyata apabila kita lihat dari konsep mengajarnya sungguh mudah karena pendidikan seni tari kepada anak itu tidak sama seperti mengajarkan kepada anak dewasa. sehingga dapat kita cerna sesungguhnya mengajarkan seni tari kepada anak usia dini itu bertujuan agar dapat membantu dalam mengembangkan aspek perkembangan anak melainkan bukan untuk fungsi seni dalam kerja profesional.

    kemudian saya ingin menanyakan kepada bapak mengenai artikel diatas pertanyaannya yaitu: jujur pak saya belum mengerti mengenai fungsi pendidikan seni tari untuk anak yang dapat mengembangkan aspek sosial emosi dan perkembangan bahasa. dari segi mananya aspek perkemmbangan itu dapat terstimulasi?
    mungkin itu saja pak yang dapat saya sampaikan. terimakasih

    BalasHapus
  40. Assalamualaikum, bapak saya intan martha fidiyani menurut saya artikel bapak sangatlah bagus, menarik dan banyak manfaatnya. Tetapi disini saya ingin bertanya tentang bagaimana cara menumbuhkan minat anak dalam bidang seni tari, dikarna kan tidak semua anak yang menyukai bidang seni tari terutama tari tradisional.

    Terimakasih
    Intan Martha Fidiyani (1003412)

    BalasHapus
  41. Assalamuaalaikum , Bapak saiya Anggia Rizki Kusumah setelah saya membaca artikel bapak saya ingin bertanya apakah dengan seni tari dapat membantu mengembangkan fisik motorik anak usia dini berkebutuhan khusus

    Terimakasih
    Anggia Rizki Kusumah ( 0804190 )

    BalasHapus
  42. ass sya ersa, setuju dengan blog bpak karna memang seharusnya mengajarkan anak seni tari, seni tari juga bisa membuat anak lebih semangat untuk belajar karena bagi anak seni tari itu menyenangkan.

    terimakasih
    Ersa (1003565)

    BalasHapus
  43. selamat malam. Bapak saya Elis Khaerunnisa, artikel bapak sangat bagus, setelah membacanya saya menjadi memiliki wawasan lebih yang sebelumnya tidak saya sadari. Namun ada hal yang ingin saya tanyakan, mengenai bagaimana kiat membentuk anak agar dari sejak dini keterampilan anak dalam menari teroptimalkan, sehingga baik anak yang memiliki bakat ataupun tidak dapat memiliki keterampilan dalam hal tari.

    Elis Khaerunnisa (1003533)

    BalasHapus
  44. Salam hormat.
    Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih karena artikel Bapak menambah pengetahuan saya.
    Selanjutnya, dalam artikel Bapak ditulis "Kemampuan dasar kreatif AUD dapat dikenali dari kemampuannya membuat gerak-gerak yang unik, berbeda dengan teman-temannya, bahkan kemampuannya membuat gerak baru". Sedangkan "ciri-ciri bentuk tari AUD adalah gerak tariannya bersifat tiruan (gerak imitatif)".
    Yang ingin saya tanyakan, apakah pendidikan seni AUD dituntut agar AUD harus mampu membuat gerakan tari sendiri, ataukah AUD hanya sebatas mengikuti gerakan yang diajarkan sang pendidik sesuai dengan ciri-ciri bentuk tari AUD ?

    Hormat saya,
    Gina Rahmawati (1003526)

    BalasHapus
  45. asalaamualaikum bapak....^_^ selamat sore...
    saya Dina Febriyanti mhasiswa lanjutan PG PAUD di Upi...
    setelah membaca artikel bapak membuka pikiran saya tentang betapa pentingnya mengajarkan seni tari kepada anak usia dini karena dapat membantu anak menumbuhkan keberaniannya maju di hadapan orang banyak ,membuat anak merasa senang dan dapat mengekspresikan dirinya selain itu menari juga dapat melatih kelenturan dan motorik kasar anak serta masih banyak manfaat lainnya yang dapat diperoleh anak dalam menari. Namun saya pernah menemukan beberapa anak laki-laki yang tidak mau diajak menari karena bagi mereka menari hanya di lakukan perempuan dan mereka merasa seperti perempuan jika ikut menari. Yang ingin saya tanyakan bagaimana menarik minat anak dapalam menari dan bagaimana membenahi tanggapan anak laki- laki tersebut agar mereka juga mau menari ?

    hormat saya
    Dina Febriyanti (1105429).

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  47. Salam sejahtera.
    Bapak saya Indarti Ari Wulandari, mengucapkan terimakasih banyak atas artikelnya yang memberikan pengetahuan baru kepada saya.Sebagai calon guru Pendidikan Anak Usia Dini, mata kuliah ini sangat penting dipelajari karena mampu membekali dan menuntut guru PAUD untuk kreatif dalam menciptakan karya-karya khususnya dalam seni gerak, lagu dan tari.

    Indarti Ari Wulandari (1105858)

    BalasHapus
  48. salam..
    mencerna tulisan bapak yang telah saya baca,
    pada dasarnya saya sepakat dengan isi pesannya.

    "Bahwa kegiatan berseni anak itu memang terkesan sederhana namun sesungguhnya tidak begitu juga. bahwa melalui kegiatan seni sesungguhnya guru atau orang dewasa lainnya tengah turut menstimuli aspek-aspek perkembangan anak.
    hal yang mendasar yang perlu diperhatikan dalam pendidikan seni pada anak adalah guru khususnya perlu memahami keunikan anak pada rentang usia ini.
    guru tidak bisa memberikan standar indah atau bagus terhadap karya anak itu dari perspektif orang dewasa semata, namun lebih jauh dari itu perlu diperhatikan pula bagaimana sesungguhnya proses yang dilakukan anak pada kegiatan berseni yang tentu saja proses tersebut sangat perlu untuk dihargai.
    dengan demikian anak menjadi senang melakukan sesuatu yang sifatnya menumbuhkan rasa suka, senang, dan mencintai keindahan atau dengan kata lain cinta seni."

    terima kasih,

    salam

    BalasHapus
  49. Apakah kriteria Bapak dalam menilai praktik tari? dilihat dari gerakannya ataukah kostumnya? mohon penjelasan. trims

    BalasHapus
  50. pak tolong penjelasannya tentang
    1. Model Pembelajaran Apresiasi.
    2. Model Pembelajaran Kreatif.
    3. Model Pembelajaran Klasik.

    BalasHapus